SURAT CINTA UNTUK INDONESIA

suka suka

Untuk Nesia,

Ksatriaku yang tangguh

 

Ini adalah saat yang begitu aku nantikan. Dari dulu, hatiku berbuncah-buncah ingin mengutarakannya padamu. Kegalauan, kegundahan, sepi dan bimbang menyeruak kedalam bilik hati hingga bibir ini tak bisa mengucap. Kuharap angin dapat sampaikan padamu guratan tinta ini yang kucipta dari dasar sanubari dan relung hati.

Di ufuk barat, orang–orang mencaci, Nes. Di ufuk timur, orang-orang penuh harap bahwa kita akan selalu menjadi budak konsumenisme. Tapi apa daya bahwa kita memang telah terperdaya. Oleh kebergelimangan alam yang memberikan segala kekayaannya. Tidakkah Tuhan akan mengutuk jika kita berdayakan kekayaan orang lain dan kita onggokkan begitu saja kekayaan sendiri?

Nes, andai bisa kukatakan langsung dibawah langit malam yang berbintang, sungguh ingin aku utarakan padamu.

Meski virus korupsi telah mengikis harga diri. Meski kebobrokan telah terjadi dimana-mana. Hingga mungkin telah membuatmu sesak dan tak kuasa lagi untuk bangkit. Aku percaya, kau akan tetap menjadi ksatriaku yang tangguh. Aku percaya, Nes. Dan sungguh, Nes, jika boleh,  sungguh, aku ingin berada disampingmu menjadi sosok yang bisa kau andalkan. Menjadi lengan yang bisa kau rangkul tuk bersama kita hadapi segalanya. Menjadi pundak yang dapat kau bersandar tuk tekadkan dan raih cita dan asa.

Tapi, aku tidak ingin kisah kita seperti romeo-juliet yang berakhir pada kesalah pahaman. Aku juga tidak ingin, kisah kita ini seperti laila-majnun yang hanya menuai rasa iba. Tapi aku ingin katakan, Nes, sekali lagi, dihadapan gurat wajahmu yang terlihat kokoh,  aku ingin menjadi sosok yang bisa kau andalkan. Mengobati hati dan jiwamu yang mungkin remuk redam oleh segala sakit.

Tapi memang, siapa lah aku ini? yang menyelesaikan tugas akhir saja masih penuh derita. Diidolakan anak muda? Apa lagi. Mahasiswa terbaik program studi? Jauh sekali. Mengulang mata kuliah? Pernah dua kali.

Itulah aku, Nes. Aku tidak mau kamu salah paham dan berekspektasi tinggi padaku. Aku hanya bisa bermodalkan cinta dan gelora. Cinta yang menjadi bahan bakar untuk terus bergerak. Gelora yang menjadi api untuk selalu berkarya. Aku ingin kita bisa bersama meniti kebahagiaan yang diberikan Tuhan.

Dibawah langit yang berbintang, dihempaskan angin semilir yang sejuk, maka itulah saat dimana kobaran kebobrokan telah padam. Kekayaan alam termanfaatkan optimal, dan semua orang bangga denganmu Nes. Bangga menjadi bagian darimu. Bangga mengibarkan merah putih dalam angin yang membahana. Atas nama cinta. Karena dihati kan slalu garuda.

 

Bandung, Februari 2011

A big fans of yours

There is nothing in this world that is more wonderful than love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s