JAKARTA PERLU MRT ATAU SKYTRAIN?

suka suka

Ini perlu pengkajian yang mendalam memang. Tapi sekilas dilihat begitu saja dengan sense rasa dan mata pengalaman saya selama ini sebagai penduduk yang (terpaksa) setia dengan moda transportasi umum: dibandingkan bus yang manusiawi (BM), kereta yang manusiawi (KM) mampu mengurangi keletihan dalam perjalanan apalagi untuk jarak jauh. BM menurut saya memiliki dampak keletihan yang lebih besar terutama akibat lebih terasanya getaran mobil saat berbelok. Apalagi jika bertemu dengan kondisi jalan yang macet. Yahh, seperti transjakarta misalnya.

Dengan kiprahnya selama ini, trans-J masih saja sering mengalami kemacetan dibeberapa jalur karena tidak bisa se-eksklusif itu, seperti daerah pondok indah misalnya. Meskipun kondisi ruang bus ber-AC, tapi suasana kemacetan yang tampak dari dalam, memberikan tekanan terhadap penumpang untuk turut gelisah dan cemas. Dan terlintaskan pikiran:

Kapan jalannya ya?

Apa solusinya pakai kaca buram saja? Nggak bermaksud begitu sihh. Hanya saja, dengan kereta yang tidak mengalami kemacetan, tentu, pengguna moda transportasi akan dibuat lebih menikmati perjalanan. Karena diberikan sense:

Perjalanan lancar lho.

Katakanlah Bangkok. Saat ini, Bangkok sudah memiliki 3 jenis transportasi umum yang saya acungi jempol: 2 jalur BTS (Skytrain), 1 jalur BRT (bus rapid transit cem trans-J), 1 jalur MRT (subway, train) dan 1 jalur ARL (Airport Link, train).

Saya tidak bermaksud kita perlu ikut2an seperti bangkok. Kita perlu menjadi diri sendiri kok. Tapi juga harus berkembang dan terbuka. Dan memang harus dipikirkan lebih jauh seberapa butuhkah Jakarta terhadap moda-2 kereta traffic free-helper itu.

Tapi menurut saya, moda transportasi bangkok tersebut sangat mempermudah penggunan moda umum. Saya juga tidak tahu bagaimana bangkok punya uang banyak. Tapi yahh, lets say, emang sudah mereka anggarkan dan uang sendiri.

Perlu banyak data akurat sih kalo ngomongin ini.

Cuma menurut saya sendiri sihh (sotoy), kepentingan keren-kerenan yang harus kita dahulukan adalah anggaran untuk pendidikan.

So far, trans-J udah oke kok, udah ada 10 jalur. Mengalahkan jalurnya bangkok yang hanya 4 jalur.  Ini lagi pingin membandingkan sama Bangkok. Yah, sesama developing country dulu lah. masa ngebandingin sama jepun, singapur, atau negara maju lain. Nggak suka awak. Nggak level soalnya. Its too far. Nggak bermaksud pesimis lho. Cuma, kita perlu realistis dan berjalan perlahan tapi pasti maju. Heehe.

Kalau memang tak ada anggaran, kita tak perlu pinjam. Buat saja apa yang bisa kita buat dari uang kita. Dengan mengutamakan sekali lagi, pendidikan untuk semua rakyat indonesia.  ~yeah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s