NGGAK NYANGKA, TERNYATA GUE TERKENAL JUGA [penipuan yang semakin niat]

suka suka

Setelah mengambil nomer antrian, gue duduk di kursi menanti panggilan. Untunglah GMC lagi sepi. Padahal harusnya hari ini bisa langsung pulang ke Jakarta. Tapi gue malah ngilangin gelas kimia dan pompa yang statusnya baru bakal jelas sore ini.

Arghhhhhh.

Gue tukerlah Baht dan SGD sisa yang sebenernya pingin disimpen. Lumayan dapet 70ribuan. Bisa beli gelas kimia. Gue mengambil handphone dan mengetik pesan menanyakan tempat beli gelas kimia didaerah tubagus ke nurul dan khadijah. Sebagai anak kimia dan farmasi, mereka pasti tahu.

Ditengah mengetik pesan, nyokap nelpon. Gue denger suara nyokap yang sendu dan sedih kaya abis nangis. Pertanyaannya seolah habis mendengar gue kena petaka. Segitu khawatirnya. Nyokap banget lah kalo lagi khawatir.

“Beng, gimana kabar kamu sekarang?”

Gue bingung dengan pertanyaan dan iramanya.

“haahhh? Ma’e kenapa kaya abis nangis gitu?”

Suaranya masih sendu.

“loh,semalem kamu nelpon sambil nangis kaan kalo kamu ditangkep polisi….”

Gue cuma ketawa-ketawa cekikian sambil terus mendengarkan nyokap yang bercerita dengan suara yang masih sendu dan sedih.

“kamu bilang sambil nangis, ma..sekarang sandra  lagi dikantor polisi. Huhuuhu. Ya mae hawatirkan. Kamu kenapa beng? Kenapa? Udah nangis kan mae semalem. Bingung. Kenapa anak mae ini. Terus gantian polisinya yang ngomong.

Ibu tenang, ibu. Di tas anak ibu ditemukan narkoba. Kami menangkapnya dikosan temennya. Mereka lagi berdua.

Bingun kan mae. Terus pae yang ngomong, dan polisinya minta 85 juta. Dan mereka minta dikirim malem itu juga. Karena pae bilang nggak ada uang. Polisnya nurunin jadi 55 jutan dan terahir 50 juta. “

Gue masih terus ketawa geli. Gini deh tipe nyokap yang polosnya total. Dan bokap yang meskipun polos tapi masih lebih bisa berkepala dingin.

“Udah mih, kan sandra  sekarang nggak kenapa-kenapa. Belom ngirim duit berapapun kan?”

“iya belom”

“yaudah, sandra  nggak kenapa-kenapa kook. Lagian kenapa nggak nelpon sandra  semalem?”

“soalnya udah ada suara kamu. Mirip suaranya. Atau mae yang udah bingun nggak bisa mikir yaa. Jadi nggak ditelpon.”

“yaudahh, untungnya belum dikirim juga kaan. Nggak papa koook. Sandra  amaan. Insya Allkah.”

“yaudah, kalau gitu. Kamu jug hati-hatiiii. Jangan nerima kalo dikasih apa apa sama orang dijalann”

“siiiip. Iyaa”

Huhhh, penipuan jama sekarang emang makin niat yaa. Ahhh tapi, tapi, gue terkenal juga yaa ternyata. Nggak nyangka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s