Malam ini Berbeda

suka suka

Malam ini berbeda

Rumah sepi tak seperti sepi biasanya

Kesepian ini digelayuti rindu dan emosi

Aku terdiam memandangi ruang tengah rumah yang hampa. Tak ada suara tv. Tak ada hingar-bingar bunyi.

Aku turuni anak tangga satu-persatu perlahan. Suasana makin terasa syahdu dengan hembusan angin malam yang menyapa dari jendela.

Malam ini asing.

Tak ada lagi teriakan.

Tak ada lagi makian.

Tak ada lagi tawabersama.

Semuanya sirna.

Jengkel. Gosip. Saling tuding.

Semuanya hilang.

Dari dulu, aku selalu sadar, bahwa saat ini pasti akan datang.

Saat kami harus menempuh jalan hidup kami masing-masing

Entah karena kerja,

sekolah

Menempuh hidup baru

Atau butuh lingkungan baru

Aku lebih menyukai kesepian ini karena kami harus berpisah untuk bertemu kembali

Kami harus berpisah untuk berkembang

Dan kebersamaan ini harus kami uji dengan jarak

Aku sadar dan makin sadar bahwa aku takut mencintai kalian melebihi cintaku pada Tuhanku

Sepi ini membuatku kembali mengenang potret awal kebersamaan kita

karena rindu ini muncul begitu saja

Maukah kalian menyertakakanku dalam tiap robitoh yang kalian lantunkan?

Karena aku sampai menitikkan air mataku dalam rukuk dan sujudku

Indah bukan. Jika cinta ini berkalbu pada sang Pemilik Rindu. dan kita bertemu lagi di jannahNya nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s