MALAM 3 RAMADHAN 1433 H: MENAHAN NAFSU (FOKE-JOKO EDISIONG AGAIN)

suka suka

Sekarang sudah malam ketiga. Kata ganti orang pertamanya pakai saya saja ya, guys? Lagi bosan dengan gue nih. Oke, kita lanjutkan: Tarawih saya lakukan di masjid yang sama dengan kemarin, Masjid Ar Rohmah. Tema ceramah kali ini agaknya menahan nafsu. Pak penceramah pun memulai ceramahnya (ini saya tulis versi penangkapan saya ya):

Ibadah romadhon dilakukan untuk bisa menahan nafsu dan syahwat. Diluar ramadhan, nasi disiang hari itu halal, tapi pada bulan suci ini hal itu menjadi haram dan syahwat harus ditahan. Yakinlah, Allah haramkan sementara dari subuh hingga magrib. Kita harus berlatih menahan nafsu, ini karena Allah menghiasi dunia dengan nafsu. Tapi bukan berarti diluar bulan ramadhan kita bisa memenuhi nafsu seenaknya. Maka dari itu kita harus berlatih menahan nafsu di bulan ini dan kita terapkan di bulan-bulan lainnya. Karena sesungguhnya sebaik-baiknya tempat kembali adalah disisi Allah…..dll

Pak penceramah kali ini lebih menekankan pada nafsu yang harus ditahan. Berbagai nafsu dunia.

Kemudian dia bercerita lagi:

Saya pesantren selama 15 tahun, ibu, bapak. Tapi pesantren saya gak pake bahasa arab. Jadilah pas saya lulus saya gabisa bahasa arab. Tapi akhirnya, tahun 1996 saya berkesempatan belajar bahsa arab langsung di Saudi Arabia. 3 bulan pertama saya mudah beradaptasi dengan berbicara bahsa arab. 3 tahun disana saya jadi bisa berbicara bahasa itu. Begitu juga kalau anak kita mau bisa bahasa inggris. Orang tua dirumahnya juga harus berbahasa inggris. Ini tentang lingkungan ibu bapak. Begitu juga dengan iman, iman dipengarui dari lingkungan. Dan lingkungan dipengarui pemimpin. Nah lho, gue jadi curiga. Dan terbuktilah kecurigaan gue.

Pak pencermah menambahkan:

Jagalah lingkungan dengan islam, jangan jadikan orang kafir sebagai pemimpinmu. Tuhkan. Gue tahu kearah mana penceramah ini hendak bertaut. I see, I see.

Dia menambahkan lagi:

2014 akan ada pilpres RI, dan gerindra yang diboyong oleh prabowo akan mencalonkan diri menjadi capres yang gosipnya akan menggandeng pak joko menjadi cawapresnya. sehingga posisi gub dki jika pak joko yang menang akan beralih ke pak Ahok. pendirian masjid akan dipersulit, dan gereja akan dibangun sebanyak 200 buah. ingatlah sejarah spanyol bapak, ibu. kota cordoba di spanyol memiliki masjid yang sangat uwindah. tapi karena kesalahan mereka memilih pemimpin, maka masjid itu kini beralih fungsi menjadi gereja. Kita tidak tahu program mereka. Nggak usah liat partainya,tapi liat agamanya….”

bentar deh, keknya sejarah cordoba menjadi seperti sekarang karena perang salib bukan? dan memang muslim yang kalah. Ini bukan tentang pemilihan pemimpin. tapi ini tentang kemenangan perang. bener gak ya gue? kesotoyan ada dilevel 100% nih. dan lagipula, apakah sekarang masa kampanye? dan setelah saya cek kampanye itu 14-16 september 2012, saudara saudara. meskipun ada kesal tapi masih bisa mengagumi cara bang foke-nara menambah massa pendukung untuk menang di putaran kedua (sanjungan sinis–> padahal belum tentu ini dilakukan penceramah atas titah bang foke, siapa tahu memang dia inisiatif). Dan akhirnya saya mengerti, ini karena P3 mendukung foke-nara (merasa bahwa kebanyakan penceramah dan imam di mesjid-mesjid jakarta adalah saudara warga asli betawi kita yang lagi-lagi sotoy menganggap mereka adalah orang P3).

menanggapi masalah ahok yang akan menjadi gub dki jakarta jika prabowo-joko menjadi pres-wapres RI terpilih nanti: keknya dia dan mungkin timnya nggak mungkin setolol itu untuk ngelarang pendirian masjid (dan pesantren) gak sih?kecuali kalau dia mau dilabrak ormas islam yang mungkin dampak ekstrimnya pada penurunan jabatannya nanti. (atau saya yang kurang visioner masalah ini yaa? lalu, apakah Joko tipe manusia yang seenak-jidat itu meninggalakan kewajibannya dan menyerahkannya ke Ahok? ahh entahlah, ini memang maslaah yang pelik yaa. Cuma, merasa nggak mendapat feel untuk memilih Bang Foke menjadi gub dki. I don’t find any aura or leadership criteria on him.

sehabis ceramah saya pingin banget langsung menulis hasil ceramah ini di blog saya.  keinginan memuncak. tapi untunglah bisa reda dan saya bisa lumayan fokus tarawih karena keramaian bocah lebih baik dibanding kemarin meskipun panas masih menyertai di hari malam jakarta ini.

TETAP SEMANGAT BERPUASA DAN BERAMA~L..YEAAH

One thought on “MALAM 3 RAMADHAN 1433 H: MENAHAN NAFSU (FOKE-JOKO EDISIONG AGAIN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s