MALAM 12 RAMADHAN 1433 H: CARA MENGUJI ALQURAN DAN FUNGSINYA

suka suka

Oleh Ust Asep. Masjid Salman ITB

Dear, readers…

Bagaimana ramadhan kalian sejauh ini? Sudah bekerja keras untuk surga? Nice, nice [tepuk tangan]… bagus sekaliii. Kalau Saya dalam tahap bangkit lagi nih, rapel tilawah belum kelar soalnya. Hee. Ayo~ kita buat Allah nggak punya alasan untuk nggak memasukkan kita ke surgaNya. Yohee \o/

Setelah solat isya saya ke ‘belakang’, jadi nggak mendengar perkenalan siapa yang ceramah malam ini. Tapi pak penceramah sering melakukan contoh dialog dimana ia dipanggil dengan Pak Asep. Jadi cuma itu biodata yang saya tahu. Ustad Asep Rodi? Mungkin saja. Saya sering mendengar nama itu, tapi tidak tau wajah pemilik nama dan penulisan yang benar terhadap namanya. Maafkan saya pak kalau salah. Tapi kan kamu bisa liat di jadwal penceramah, san? Iya sihh. Hee.

Pak Asep memulai dengan melafalkan ayat Quran yang aku tidak tahu surat apa. Kemudian dia melanjutkan dengan bertanya:

Yakinkah bahwa alquran itu wahyu Tuhan?

Tidak ada yang angkat tangan. Tentu. Ini adalah ceramah tarawih satu arah. Jamaah menjawab dalam hatinya masing-masing. Dengan anggukan-anggukan atau tatapan mata yang penuh simak karena yakin bahwa ini adalah pertanyaan untuk membedah sejauh mana kami, jamaah, memahami wahyu Tuhan Allah itu sendiri. Ia pasti akan lanjutkan dengan penjelasannya.

Ada dua cara untuk membuktikan kebenaran alQuran. Katanya. Verifikasi dan falsifikasi.

Verifikasi adalah pengokohan statemen dengan fakta-fakta. Misal: orang yang soleh mendapat nikmat kubur, orang yang jahil mendapat siksa kubur. Bagaimana kita bisa mem-verifikasi hal ini? Begitu juga dengan ayat kulhuwallahuahad, yakinkah kita bahwa hanya Alahlah Tuhan YME? Benar, ini memang tidak bisa diverivikasi. Verifikasi hanya bisa dilakukan terhadap ayat yang ada fakta-faktanya.  Seperti: waljibala autada: ini dapat dibuktikan. Al Mukminun ayat 12 mengenai proses kejadian manusia, dll

Kemudian falsifikasi. Cukup membuktikan 1 yang salah. misal : “semua angsa berwarna putih” Tapi jika ditemukan satu saja angsa berwarna hitam, maka pernyataan tersebut gugurlah sudah kebanarannya. Begitu juga dengan alquran, jika ada 1 saja dari ayat alquran yang salah, maka gugurlah kebenaran alquran.

Kemudian Pak Asep menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan yang mungkin pada Al Quran. Yang ia mampu memberikan penjelasan bahwa yang dianggap kesalahan itu tidak benar adanya. Seperti:

Untuk ayat: Iyya kana budu wa iya kanastain, bukankah seharusnya Iyyanabuduka….

Untuk ayat: Kunfayakun, bukankah harusnya…blablabla

Bener kunfayakun karena itu adalah fiil mudhorik

BLANK. Gue nggak ngerti total. Ginilah manusia yang nggak ngerti bahasa arab dan nggak hafal alquran. How dare you? Are you really a muslim, San? Huwaaa…iya, iya,,,gue akan belajar bahasa arab dan menghafal alquran.

Kemudian Pak Asep melanjutkan dengan menjelaskan fungsi quran: Huda (petunjuk), Petunjuk untuk puasa, solat, dll. Bayyinah (penjelas). Furqon (pembeda). Obat. Dibagian ini Pak Asep menjelaskan dengan contoh-contoh juga sihh, tapi tadi nggak terlalu ngeh. Konsentrasi udah berkurang, karena sampe jam 8 lewat 5 tapi Pak Asep belum ada gelagat menyelesaikan ceramahnya.  Hahaha.

Ceramah ini ditutup dengan doa yang dilantunakan ustad asep yang membuat linangan air mata jamaah bergulir.

“ya Allah, kami sangat disibukkan dengan dunia. Sementara surga yang sudah jelas Engkau janjikan kamu hiraukan. Mulai hari ini, kami akan beribadah dengan sangat baik ya Allah, hingga bisa mendapatkan predikat cumlaude dari Mu, dengan tamyiz….semoga semua ibadah yang sudah kami lakukan Engkau terima, tarawih kami, puasa kamu, kerja kami….Ya Allah, ampunkan juga dosa kedua orang tua kami, karena munkgin sangat sedikit amal ibadah yang mereka lakukan. Tapi mereka sudah begitu berjuang untuk penghidupan keluarga mereka. Ridoilah mereka ya Allah…Engkau sangat amat kaya ya AllAH, hanya kepadamulah kami meminta, semoga kasih dan sayangMu tercurah pada kami selalu, semoga apa yang kami cita dan harapkan mendapat ridoMu ya Allah sehingga ia tercapai dan dapat kami teguk kebahagiaan dunia dan akhirat itu….”

Just give and give. Ikhlas. Apa yang kau anggap baik belum tentu baik, apa yang kau anggap buruk belum tentu buruk.

Wallahualam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s