Pesan Singkat (Episode 2- Tamat)

suka suka

Aku tidak membalasnya. Bagiku, jika ada nomor asing menelpon dan setelah ku sms tanya siapa tak ada jawaban, aku tak akan memedulikannya. Jika ia butuh, ia pasti akan kontak aku lagi. Setidaknya, aku sudah bertanya ia siapa, jika aku adalah dia. Aku kembali melihat keluar jendela bus. Papan kilometer menunjukkan angka 99. Dan sms masuk lagi.

Maaf ya, ini siapa? Ini siapa?

Aku tetap melihat keluar jendela. Sampai KM 103, handphone-ku bergetar lagi, tapi kali ini lama.

Dia nelfon!

Damn! Aku ambil handphone disaku. Handphone masih bergetar ditangan. Ku pandangi ia lama. Oke, akan aku selesaikan sekarang juga, pikirku. Setelah bernafas panjang aku pun membuka handphone itu,

“ya hallo”

“maaf ini siapa?”

Suara orang itu, vibrasinya kuat…mirip Gesha, kakak kelas 2006 di Universitas Bandung (UB) yang aku, Novri dan orang itu kenal. Tapi tidak mungkin Gesha, karena benang merahnya tidak bisa aku temukan antara Novri, Gesha dan aku. Tidak mungkin, jika itu adalah gesha dan Novri tidak tahu nomernya, kenapa ia harus tanya nomer itu padaku? Aku sendiri tidak terlalu akrab dengan Gesha. Hmm, akumengerti. Pasti kali ini kembali ada hubungannya dengan orang itu, makanya Novri menanyakan nomer orang tak dikenal itu padaku. Aku makin yakin.

“ahh, sori saya salah mencet nomer” jawabku sekenanya.

“ee..ini siapa?” orang itu nanya lagi.

Aku mulai emosi, intonasi suara ku pun naik, “gue salah mencet nomer!!! Soriiii!!!”

Suara orang itu ditelingaku terdengar mulai agak goyah “ahhh,,ee,,ohh gitu, iya iya”.

Aku pun menutup handphone. Huhh. Kenapa aku jadi galak begitu yaa. Hahh, tidak sadar. Sudahlah. Maaf ya. Harusnya dia tidak penasaran lagi. Tapi aku yang sekarang jadi penasaran, orang itu sms apa sih ke Novri. Sudahlah, itu urusan dia.

KM 127.

Sms masuk lagi. Aku cuma tertawa geli membacanya.

Salam kenal. Saya Andre Wijaya. 22 tahun. Mahasiswa tingkat akhir UB Teknik Rekayasa (TR). Kamu siapa ya?

Antara shock dan menggelikan sih. Dia anak UB!! Tingkat akhir pula, 22 tahun. It means, kalao dia masuk UB di usia normal, harusnya dia angkatan 2007. Rekayasa takdir Tuhan itu memang ajaib. Aku makin takjub. Helaan nafas panjang yang fiuh.

Aku langsung sms teman anak TR 2007. Mencari kebenaran ceritanya.

Grid, anak TR 07 ada yang namanya Andre Wijaya gak?

Grid langsung bales.

Ada Man, kenapa emang?

Haaha, gak papa. Dia sms gue begini: Salam kenal. Saya Andre Wijaya. 22 tahun. Mahasiswa tingkat akhir UB Teknik Rekayasa. Dia lagi error yaa? Haaha.

Gak tau sih Man. Setau gue dia termasuk muslim yang taat. Mau ngundang kajian kali Man,misalnya? Heehe.

Haaha, oke Grid. Thanks yaa.

Yoo.

Bus mulai berjalan pelan di pintu keluar tol. Sebentar lagi aku turun. Tapi si Andre itu sms lagi.

Nggak usah hawatir, saya orang baik baik kok.

Aku makin tertawa geli. Oke, setidaknya temanmu mengatakan kamu termasuk muslim yang taat kok, Ndre, tenanglah. Setidaknya, almamater kita yang sama membuatku yakin kamu bukan orang jahat. Dia pingin banget kenalan sama aku yaa. Aku juga sebenernya nggak mau bales, tapi kasian juga kalau dia penasaran. Dan tipe manusia kaya gini sayang kalo dilewatin begitu saja. Dia bisa menjadi penggembira suasana ditengah aku yang tidak ada kerjaan di bus ini. Aku pun bales SKSD (sok kenal sok deket. red):

kenapa, Ndre? Kamu lagi cari pacar?

Dia balas cepat:

Haaha. Gitu deh. Terus kamu siapa?

Tidak aku balas, karena ternyata Aku sudah harus turun bus. Kondektur bus sudah berkoar-koar. Lampu dalam bus pun sudah dinyalakan.

“Pasir koja, pasir koja” kata kondektur berteriak.

Para penumpang yang turun di pasir koja berdiri dan turun. Aku langsung menuju jalur angkot menuju kosanku. Sms bergetar lagi. Tapi handphone tidak aku ambil. Aku selalu menghindari sms-an di pinggir jalan raya di kota dan Negara yang tingkat kriminalitas pencurian handphone dengan segala caranya itu tinggi. Untung angkotnya penuh, aku tidak perlu menunggu setengah jam-an untuk angkot berangkat. Didalam angkot aku membuka pesan terakhir yang masuk.

ini siapa?

Aku ketik balasan dan kukirim padanya.

Ndre, sms an sambil jalan dan nyebrangin lampu merah itu gak aman. Sabar lah. kamu juga, kerjain tugas akhir sana. Bahagiakan orang tua dulu lah.

Ini sebenernya juga ngomong ke diri sendiri. Hmmm. Selesein TA, Man!!! Hikss. Gabisa lulus oktober ini. Si Andre pun sms lagi.

Udah sidang kok. Oktober tinggal wisuda. Jadi ini siapa?

Kok gue sedih ya bacanya (refleksi ke diri sendiri). Jadi TA nya udaah? Hiksss.

Ohh udah yaa?? Bagus, bagus. Selamat, Ndre. Ini dari lubuk hati terdalam lho. Terus berkarya lah, anak UB lagi, selalulah berprestasi!

Pesan balasannya tak terduga.

Jangan jangan ini ibu-ibu ya?

Sumpah, dia berhasil menghibur perjalanan malamku dari pasir koja ke dago. Aku ngakak dalam hati meski makin gak paham si mahasiswa tingkat akhir ini. Aku pun balas:

Emang kenapa? Kamu berharap saya perempuan single berusia 20 tahun?

Ia sepertinya makin menggebu. Lagian juga sih, dia sms beginian sama aku. Salah sasaran!Balasannya:

Iyaa!!!! Jadi ini siapaa??? Curaaaangggggggg!!! Saya dikerjain.

Puas bangetlah. Ketawa didalam hati yang tak henti-henti.

Iya, kamu saya kerjain. Udah yaa. Capek ni.

Huhh. HP aku matiin. Ahh, tapi aku nyalakan kembali.Aku sms dia :

Oh iya, kalau kamu mau tau saya siapa, tanya Grid Afandi aja. Dia tau kok. Heehe.

Hape benar-benar aku matikan. Udah males ngerjain si Andre itu. Lagi juga, ngapain dia ngasih nama, usia, kuliah dimana. Menurutku harusnya dia tidak perlu memberi tahu identitasnya. Bagi wanita, ketika anda mencoba berkenalan dengannya dengan cara dan situasi yang tidak lazim sangatlah absurd dan mengundang kecurigaan penuh. Ahh ya, itu bagi saya sih.

Mungkin saja aku orang jahat yang iseng miskol kaan? Aku juga udah berusaha marah-marah ngasih tau kalo salah sambung. Kenapa dia tetep kekeuh ingin tahu?  Dalam kondisi normal, penelpon gelap macam saya ini menurut saya adalah orang iseng. Tapi jika yang ditepon segitu ingin tahunya si orang iseng ini, berarti dia iseng juga kann? Setidaknya itu yang ada dipikiranku saat itu. Jika aku salah, ahhh maafkan saya. Saat itu, saya tidak bisa melihat sisi baik dari cara anda, dari niat anda.

Tapi apa emang seharunya aku jujur dari awal yaa? Huhh. Iya kali yaa. Ahh, sudahlah. Gara-gara novri niii, jadi punya mainan deh di perjalanan pulang. Hahahaha. Kok kesannya aku yang jahat. Apapunlah.

Suatu hari, aku ceritakan kisah ini pada orang itu, karena dia adalah salah satu teman baikku. Ucapannya yang : “kenal banget, Man..” sudah membuatku faham. Iya benar, this is what you called love triangle, beybs. Mungkin lebih tepatnya love elbow,, hanya orang itu dan Tuhan yang tahu apakah garis ujung cinta mereka bertemu sehingga menjadi triangle atau hanya seonggok elbow. Menurutku? Yakin ingin tahu?

7 thoughts on “Pesan Singkat (Episode 2- Tamat)

  1. sumpah san, kalau saja aku tak pernah dengar potongan cerita seperti ini.. bah, sepertinya aku bisa kena demam penasaran. pilihan katanya itu loh, you’re so mysterious.. hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s