SEPATU CANTIK DOMESTIK

suka suka

Perusahaan tempat sekarang gue bernaung sebenarnya nggak memberikan peraturan yang signifikan untuk penampilan. Well, mungkin memeluk prosa: Enjinir bebas bergaya. Tapi nggak sebebas itu juga sih.  Semi semi formal bolehlah.

Nah, Setelah tiga hari orientasi, gue memutuskan beli sepatu cantik domestik yang dijual di pasar-pasar tradisional. Tapi apalah daya. Ukuran kaki gue ini emang nggak diperhitungkan sebagai ukuran wanita indonesia pada umumnya. Jadi nggak bisa beli di pasar-pasar tradisional gitu. hixhix. TT. Padahal lagi nyoba memakai produk-produk dalam negeri. Untuk masalah ini emang agak dilemma juga sih, karena produk di pasar tradisionil sekarang itu dibanjiri banyak produk cina atau bahkan untuk tekstil produk korea juga ikutan merambah masuk dengan heboh. Jadi kalau lagi beli di tanah abang atau ps baru bandung atau pgc atau pasar tradisionil lain, gue suka jadi pembeli yang agak rebek gitu: nanya, ini produknya diambil darimana ya mbak? belinya sih belum tentu. Ngeselin banget yaa. Ini sebenernya gue mau ngomongin apa sih. #nggak focus banget, haha.

Kembali ke masalah beli sepatu, gue coba muterin PGC kaan, mencoba optimis bakal ada yang muat buat gue. Soalnya gue pernah ke baltos (sebuah pasar tradisional-modern di bandung gitu), terus ada yang muat. *o* keren banget kaan. Tapi hasilnya negatif di PGC. Komen-komen kebanyak pembeli emang wajar sih:

“gede banget”

“mbak, no 36 ada?”

“mbak kalao 37?”

sedangkan gue: “hmm, mbak ,ini paling gede nomer berapa ya?”

#nyerah deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s