TIAP SEGALA BERAWAL DARI TIAP JIWA

suka suka

Menyentuh banget nggak sih judulnya. zzt..zzt. Negara yang besar katanya adalah negara dengan penduduk yang berjiwa besar. Penduduk yang selalu berfikir untuk menjadi bagian dari solver suatu masalah. Penduduk yang selalu berusaha memberikan energi positif untuk sekitar. Tidak perlu 100%, 50% dari penduduk itu sudah begitu saja pasti energi positif itu bisa sampai ke seluruh pelosok negeri. Aman tentram damai dan sejahtera pasti bisa dirasakan halayak ramai.

Baiklah, tidak perlu besar-besar membicarakan negara besar. Bagaimana dengan suatu perusahaan besar? Gue pikir rumusnya sama. Perusahaan besar adalah perusahaan dengan karyawan-karyawan yang dilatih untuk berpikir besar. Pokoknya sekarang temanya besar besar lah.

Di tempat gue bekerja saat ini misalnya, kami seluruh bagian dari perusahaan didoktrinkan untuk menghargai berbagai hal seperti kebersihan dan energi listrik. Hal yang sering didengungkan dari pelajaran PPKN semenjak SD rasanya.

Sampah sekecil apapun, baik remah-remah makanan yang jatuh ke lantai, buanglah pada tempatnya, bersihkanlah. Kami juga mendapat evaluasi terhadap energi listrik, terutama lampu layar komputer yang masih menyala, karena beberapa dari kami hanya mematikan CPU. Andai kultur ini menjadi kultur dari manusia Indonesia, pasti indah sekali. Dan impian tahun 2020 menjadi negara maju…mmm, yah,, bisa harusnya.

Suatu hari, gue mengikuti suatu event reuni. Dalam event tersebut, gueu tahu bahwa orang orang yang berkumpul juga adalah orang-orang yang kebanyakan menghargai kebersihan. Sama seperti staf staf baru tempat gue bekerja itu. Gue yakin mereka juga adalah orang-orang yang menghargai kebersihan. Tapi kadang staf-staf itu suka lupa. Sehingga perlu ada peringatan secara lisan agar menjadi bagian dari alam bawah sadar.

Kita balik ke reuni. Acara makan siang pada reuni itu dilakukan secara fleksibel dan bebas. Bisa dilakukan ditempat makan ataupun di dalam aula seminar dimana reuni itu diadakan. Di dalam aula seminar yang lantainya adalah karpet, beberapa remah-remah makanan jatuh di beberapa tempat. Gue sendiri tidak bisa mengambilnya karena masih menikmati santap makan. Setelah santapan habis, gue berusaha membersihkan remah-remah yang jatuh disekitar gue aja. Sebenarnya gue ingin sekali berpesan pada panitia agar peserta reuni membersihkan remah-remah atau sampah apapun yang terjatuh dilantai. Karena itu adalah perbuatan para reunier.

Gue juga tidak bisa mengikuti acara reuni sampai selesai. Jadi gue tidak bisa melihat bagaimana sikap kami para reunier terhadap sampah remah-remah itu. Apakah akan dibersihkan reunier setelah acara usai atau akan dibersihkan oleh petugas. Gue sih berharap, teman-teman reunierlah yang membersihkan remah-remah itu. Karena gue tipe yang cupu untuk bisa reminderin reunier-reunier senior. Haahaaha.

Tapi memang berbeda sih. Budaya kebersihan petinggi-petinggi perusahaan tempat gue bekerja rasanya sudah menjadi bagian dari darah daging mereka. Tidak perlu ada komando untuk menjaga kebersihan. Itu sudah menjadi bagian dari alam bawah sadar yang tak tepisahkan.  Karena orang-orang seperti mereka yang SANGAT respek terhadap kebersihan,  mereka akan secara refleks dan tanpa perintah  tidak akan membiarkan pekerjaan kebersihan yang karena perbuatan mereka diserahkan kepada orang lain. Mereka akan spontan dan seketika itu juga membersihkan sampah yang tanpa sengaja mereka jatuhkan dan mengotori suatu tempat bahkan membersihkan untuk orang lain dan mengingatkan orang lain. Indahnya…

ayooo….Kebaikan itu dari manapun ia, pantas untuk ditiru dan dibudayakan. Karena semuanya berawal dari sini (menepuk-nepuk  diri sendiri). Tiap segala berawal dari tiap jiwa. *tsah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s