Setiap manusia punya bayang bayang. Bukan musuh, tapi pasangan yang berkebalikan – Ayu Utami

ImageImage

Just like the pictures above. Really like doing in life, how we see and how we try to see.

Sebenernya gue gak berniat ngambil foto foto itu untuk post di sini. Tadi gue kepikiran untuk bikin minipamflet (gue nyebutnya gitu sihh, karena gue bikin dari hape) untuk solidaritas Rohingya yang diungsikan di LBH Jakarta.

Awalnya sih pingin foto anak-anak kecil yang lagi ngumpul. Yang ini gue dapet, mengingat gampang ngambil foto ini. Dan mudah menemukan anak-anak di pinggir jalan di Jakarta yang lagi ngamen atau main. Atau foto orang-orang yang ada di pinggir rel kereta api (tapi yang ini nggak mungkin gue lakuin), males sih tepatnya, udah mau jam buka puasa dan gue pulang kantor, cari fotonya waktu otw kerumah aja. Begitu gue pikir. Lagian gue juga cuma iseng iseng cabe rawit sih.

Ehh, akhirnya gue malah sreg sama foto menara listrik itu. Gue sih mikirnya bikin dengan tag “kehangatan untuk rohingya”. Tapi nggak pas sama foto-foto yang gue punya.

Ada satu foto yang lumayan pas yang ada di hape. Seorang anak laki laki lagi jongkok nungguin KRL jabotabek. Tapi kalau gue tulis “kehangatan untuk rohingya” gak pas juga, gue malah kepikiran “Rohingya menanti kehangatanmu”. Hmm, pelik juga yaa

Jadi, kesimpulan tulisan ini apa San? hmmm, its for you to decide aja deeh. 😛

suka suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s