Keep Moving

Antigen Saya

Bismillahirrahmanirrahiim….

Baaanyaaak bangeet orang-orang keren di muka bumi. Apalagi orang-orang kerennya itu temen-temen gue sendiri, atau gue pernah kenal, atau gue tahu orang itu. Membandingkan kesuksesan dengan orang lain sangat melelahkan. Gue selalu me-rem jika tanpa sadar gue melakukan hal itu. Berhenti sejenak, bernafas panjang dan selalu berusaha bersyukur.  Endingnya kadang monolog, apaan sih san?! Nggak bijak deh mbanding-mbandingin sama orang lain. Cukup! Cukup!

Tapi deraan melihat rumput tetangga itu nggak pernah berhenti meskipun gue berusaha menutup mata. Serangan itu dari segala arah, 4 dimensi. Hanya sihir untuk bersyukur kepada Alloh saja yang mampu menenangkan hati dan sanubari gue. Hauks, Ya Alloh jadikanlah aku hambaMu yang selalu bersyukur.

Ribuan (?) temen-temen seangkatan yang berhasil dapet beasiswa ke luar negeri. Temen-temen kantor yang mendapatkan apa yang mereka inginkan, pekerjaan yang lebih baik, lanjut sekolah ataupun cita-cita lainnya, berkeluarga misalnya, menjadi orang tua, punya anak. Bahkan, nggak sedikit adik-adik kelas yang juga udah mejeng-mejeng foto di medsos karena  lagi kuliah atau kerja di dunia baru mereka (going abroad terutama). Temen-temen yang bercerita anak-anak mereka yang lutcu. Dan gue yang selalu berakting bahagia. Hanya itu yang bisa gue lakukan menghadapi problematika kehidupan. Nyahaha.

Atau denger si anu menang lomba inu di ano. Si uni bikin bisnis unu berhasil yo. Keren banget ada orang-orang kaya mereka yang hidupnya tu guna banget buat orang lain. Mereka menyentakkan gue untuk tetap bergerak. Dan gue diingatkan hari ini, di materi pengajian soleh yang gue ikutin:

bahwa untuk maju yang dibutuhkan bukan hanya kaki untuk melangkah, tapi juga pikiran, badan dan perasaan yang perlu disiapkan. Akal, fisik, dan Ruh. Dan ketiganya didapatkan dari Al Quranul karim.

T_T seberapa dalam gue udah mempelajari kitab suci yang Alloh kirimkan untuk gue jadikan panduan hidup coba? Hauks.

Eniwey, dari temen-temen gue yang kece-kece itu, gue tergerak untuk terus bergerak. Tapi yah, sekarang lagi stuck menentukan universitas yang mau gue apply. Problema yang lagi gue hadapi adalah beginning starting, persiapan tes Bahasa inggris: IELTS atau TOEFL. Dari dalam hati gue katakan gue lebih suka IELTS, nggak pingin tes grammar di TOEFL. Tapi jurusan di univ yang gue pingin, nerimanya TOEFL. Hmmm. Tapi masih harus searching lagi siih. Bingung juga prepare essay rencana study. Gue pingin jadi apa ini dimasa depaan??? Yang kepikiran sih, gue pingin jadi ibu yang keren aja untuk anak anak gue. Hahaha, Aamin. Cuma itu. Hmmm. Keras.

Gue ingin mengutip kata-kata pelatih tae kwon do saat gue sma dulu yang tetep gue inget ampe sekarang: bahwa ketika jogging, sebaiknya lo nggak menyelingi dengan berjalan apalagi diam kalau lagi capek. Flow jogging diturunkan nggak dengan berjalan kaki apalagi berdiam diri, flow jogging diturunkan dengan tetap berlari lari meski dengan kecepatan kecil. Karena dengan tetap dalam kondisi berlari, otot akan lebih baik bekerja dan energi aktivasi yang dibutuhkan untuk kembali berlari kencang nggak akan besar. So, keep moving, lads! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s